Title : Just Tell Me!
Author : ReeneReenepott
Maincast : YOU, Kim Kibum
Supportercast : Kim Jonghyun, and a girl(imagine she is you rival)
Genre : Songfic, Romance, Fluff, Marriage Life
Lenght : Ficlet
Rating : PG 13
Disclaimer : Terinspirasi dari lagu Rossa – Impas Buehehehe… XDD Kalo gaje maap yak!! XD
____
Sebaiknya kau mengaku bersalah
Sebelum ku bertanya padamu
Apakah selama ini kau selingkuh
Di belakang mataku
____
Your POV
Aku mengetuk-ngetukkan jariku di atas meja makan yang ada di depanku ini. Meredakan degup jantungku, meredakan emosi yang mungkin, bila sedikit disulut akan langsung meledak bagai bom atom.
Klekk…
Seseorang masuk ke ruang ini, seseorang yang memang kuharapkan untuk datang. Aku menghembuskan napas, lalu menatapnya yang tengah sibuk melepas jaketnya dan menggantungnya di gantungan belakang pintu. Ya, manusia ini memang hidup bersama denganku, membangun bahtera rumah tangga bersama, pada awalnya. Tapi sayangnya, ia tak pernah memperhatikanku sebagaimana layaknya hubungan kami. Tiba-tiba aktifitasnya terhenti, lalu menatapku bingung.
“Wae?”
“Duduk, aku mau bicara,” sahutku datar. Ia menurut, lalu duduk di kursi tepat di hadapanku, masih dengan tatapan bertanya. Aku mengeluarkan sesuatu dari blazer yang masih kugunakan, dan memberikannya kepadanya. Setumpuk sesuatu yang ada di dalam amplop coklat. Mungkin ia akan terkejut melihatnya.
Kusadari matanya terbelalak ketika melihat lembar demi lembar benda yang ternyata foto-foto itu. Aku kembali mendesah, lalu menatapnya tajam.
“Kau?”
“Heran, ya?” sahutku, mencoba bersikap setenang mungkin. “Yah, aku memang sudah mengetahui semuanya, tapi aku ingin kau mengakuinya, Kim Kibum,”
“A… Aku…”
“Selama ini kau bermain di belakangku, kan? Jangan berpura-pura tidak mengetahui siapa gadis yang bersamamu di foto itu, Kim Kibum. Jangan mengelak,” lanjutku lagi.
“Siapa yang memberitahu omong kosong ini padamu, huh?” tanyanya dingin. Aku menyeringai.
“Tidak ada. Karena aku melihatmu dengan mata kepalaku sendiri, dan foto-foto itu,” kataku sinis sambil mengambil salah satu foto yang tergeletak di atas meja dan menatapnya jijik, “Adalah hasil karyaku. Hebat, bukan?” sahutku yang membuatnya melongo. Kartu AS dariku untukmu, Kim Kibum!
“Mwo?”
“Yah, ternyata aku benar, kalau aku meragukan sumpah setiamu di altar setahun yang lalu,” lanjutku lagi. Ia menatapku, dengan perasaan… Bersalah?
“Mianhae,” katanya pelan. “Aku memang melakukannya,” sahutnya.
____
Bila benar begitu aku akan mengaku
Aku juga selingkuh di belakang matamu
Kau pikir ku tak bisa berbuat hal yang sama
Ku tahu dari dulu dan kunikmati itu
____
“Karena kau sudah mengaku,” kataku yang membuatnya mendelik dan menatapku nanar. “Aku juga akan mengaku. Bagaimana rasanya dikhianati oleh hyung-mu sendiri?”
“MWO?! Kau… Benar-benar…”
“Apa? Aku benar-benar licik, ya? Tentu saja. Kau tak tahu rasanya dikhianati, kan? Apalagi tepat di depan matamu. Kau tak akan bisa merasakannya,” tukasku pedas. Namja didepanku hanya menunduk.
Ya, aku mengakui itu. Aku berselingkuh dengan kakak iparku sendiri, Kim Jong Hyun. Aku tega? Tentu saja. Aku harus berbuat itu kalau tidak ingin terus tersiksa seperti ini. Melihat suamiku sendiri berduaan dengan wanita lain, istri mana yang tak tahan hah?
“Jadi itu alasanmu sering pulang malam selama ini?” tanyanya tepat sasaran, membuatku membeku. Lidahku terasa kelu, sungguh kalau boleh memilih, aku tak ingin melakukan ini.
“Ya,”
“Dan kau sering pergi dari rumah juga karenanya?” tanyanya lagi, membuatku nyaris tak dapat menggerakkan bibirku.
“Ya,”
Brakk….
“Ya! Kim Kibum!” teriakku ketika Kibum melangkah keluar apertemen kami sambil membanting pintu. Aku ikut mengejarnya, semoga saja masih bisa terkejar…
Author POV
“HYUNG!” seru Kibum setibanya ia dirumah orang tuanya. Dengan kasar ia menerobos masuk ke dalam rumah, mencari sesosok pria yang selama ini ia panggil dengan sebutan ‘hyung’.
Sesosok namja berambut jabrik yang tengah meminum air putih yang baru ia keluarkan dari kulkas, menoleh ke asal suara. Senyuman terlukis dibibirnya ketika dilihatnya dongsaeng satu-satunya datang.
“Kibum? Annye…”
Buaghhh
Tanpa tedeng aling-aling Kibum langsung meninju hyungnya hingga tersungkur. “Kau benar-benar…” desis Kibum marah.
“Apa-apaan ini, Kibum?” tanya Jonghyun bingung sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Kibum menatap Jonghyun nanar.
“KAU MEMBUATKU MUAK HYUNG! DIA ISTRIKU!” raung Kibum dan meninju Jonghyun lagi. Kau menatap tak percaya dengan pandangan yang ada di hadapanmu.
“STOP KIBUM, STOOP!!” kau berseru sambil berusaha melerai kakak-beradik yang mulai saling adu jotos itu. Kau menghalangi Jonghyun, membuat Kibum yang ingin menonjoknya terhenti.
“Kau yang membuatku melakukan ini, Kim Kibum,” desismu tajam. Kibum menatapmu tak percaya, perlahan ia menurunkan kepalan tangannya. “Kau berkata kau mencintaiku, Kibum. Tapi kenapa kau membalasku seperti itu? Jangan salahkan aku kalau aku melakukan ini,” lanjutmu.
“Jadi apa maumu?” tanya Kibum pelan, dengan sejuta perasaan yang tak telukis dari matanya. Kau terdiam, bingung bagaimana harus menanggapinya. Kibum menghembuskan napas berat.
“Baiklah. Kurasa aku tahu apa maumu. Akan kuturuti dengan senang hati,”
Kibum menatapmu dan Jonghyun bergantian dengan sinis, sebelum melangkah cepat keluar rumah, pergi entah kemana dengan emosi yang sudah diambang batas.
____
Meski perih, tapi aku bahagia
Akhirnya akupun merasakan
Jika saja kau tak lakukan itu
Mungkin aku akan setia
____
Aku menatap ke atas kertas yang ada di meja di hadapanku dengan tatapan tak percaya. Harusnya aku yang mengajukan ini! Bukan dia! Aku kembali mengadah menatap ‘suami’ku dengan tatapan bingung.
“Kalau perasaanku memang benar, tenyata kita tidak saling menghargai,” katanya pelan. Aku menghembuskan napas keras.
“Kau ingin berpisah denganku?” desisku pelan.
“Kita tidak cocok, untuk apa kita bersama?” balasnya keras.
“Aku bukannya tidak ingin melepasmu, tapi,” aku bingung harus melanjutkannya dengan apa, “Aku rasa kita sebaiknya menenangkan diri masing-masing dulu,”
“Kita sudah tidak saling percaya lagi, apa yang harus dipertahankan dari pernikahan ini?”
“Aku hanya ingin bertanya,” balasku mengalihkan percakapan. “Bagaimana perasaanmu tehadapku?”
Namun ia tak menjawabnya.
Baru kali ini aku sendiri merasa bodoh. Kenapa aku harus membalasnya dengan tindakan yang sama? Yang hanya membuatku semakin tersakiti?
“Satu tujuan mengapa aku melakukannya, karena aku ingin kau tahu bagaimana rasanya dikhianati,” kataku lagi tanpa memandang matanya. “Kau tak tahu, kan? Kalau kau selalu berselingkuh di depan mataku sendiri? Kalau kau jadi aku, apa yang akan kau rasakan?” aku menatapnya yang tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Aku minta, agar kita saling instropeksi diri dulu mengenai hal ini,” kataku singkat lalu bangkit dan melangkah keluar dari cafe.
____
Ku maafkan engkau, kau maafkan aku
Kita lupakan semua… Yang sempat terjadi…
____
1 month later…
Aku sedang memilih bahan-bahan makanan yang berjejeran di etalase supermaket. Namun, jika dulu aku berbelanja untuk 2 orang, kini aku hanya belanja untuk satu orang. Hanya untukku sendiri. Tidak, kami tidak bercerai. Kami hanya memerlukan waktu untuk instropeksi diri masing-masing.
Sayur-sayur ini sedikit kurang segar. Bila aku membelinya, mungkin hanya bisa bertahan paling lama 2 hari. Apakah aku harus membelinya? Sedang asyik-asyiknya memilih sayur, tiba-tiba punggungku menabrak seseorang. Aku langsung berbalik.
“Aigoo, jonsonghamnida,” kataku sambil membungkuk meminta maaf. Namun begitu aku kembali menegakkan tubuh, mataku terkunci seketika.
“Kibum…”
_
“Bagaimana keadaanmu?” tanyanya tiba-tiba yang membuatku menoleh menatapnya.
“Baik-baik saja. Kau?”
“Sangat-sangat tidak baik,” jawabnya yang membuatku terkejut. Aku menatapnya cemas.
“Apakah kau sakit?” tanyaku yang disambut dengan senyum tipis dan gelengan pelan darinya. Namun terpancar dari matanya ia memang tidak merasa baik. “Ada apa denganmu?”
Tiba-tiba ia menarikku ke dalam dekapannya. Mataku langsung berkaca-kaca. Jujur, aku sangat merindukannya. Pada saat ia memutuskan untuk berpisah denganku dulu, sungguh aku tak rela. Harus kuakui, aku masih sangat mencintainya. Hembusan napasnya yang hangat terasa di tengkukku.
“Aku sakit karenamu,” jawabnya pelan. Aku langsung melepaskan diri.
“Mwo?!” pekikku kaget. Ia kembali tersenyum tipis.
“Aku tahu aku salah waktu itu. Aku memang menyakitimu. Mianhae,” katanya pelan sambil menunduk. Namun tangannya tak pernah melepaskan tanganku dari genggamannya.
“Aku sudah melupakan hal itu,”sahutku ringan. Ia menatap mataku dalam. “Aku juga minta maaf bila kau marah denganku, apalagi dengan hyungmu sendiri,”
“Haha. Ia sudah menjelaskannya. Ia juga tidak akan melakukannya bila kau tidak mengenalkannya seorang yeoja,”
“Jadi, bagaimana keputusanmu?” tanyaku pelan. Ia tersenyum tipis.
Sungguh, aku sangat berharap bahwa ia tak akan memutuskan untuk berpisah denganku. Tolong, aku sangat mencintainya.
“Maukah kau kembali padaku?” tanyanya lirih. Aku tahu, ia tidak main-main dalam tatapannya. Seluruh aliran darah ditubuhku serasa terlonjak, dan aku tidak dapat menyembunyikan senyumku.
“Tentu,” kataku sambil melingkarkan tanganku dilehernya dan membenamkan wajahku di dadanya. Aku merasakan kedua tangannya melingkari pinggangku.
“Saranghae,”
“Nado,”
Ia melonggarkan dekapannya, membiarkan kami saling beradu pandang sejenak. Seketika ia menciumku hangat, seperti mengerahkan seluruh perasaannya.
EPILOG
“Waeyo?” tanyamu bingung ketika Kibum memasang wajah masam sehabis mengecek ponselnya yang berdering dan mereject panggilannya.
“Gadis itu, ia selalu mengangguku,”
“Lalu, kenapa kau tak menanggapinya?”
“Karena aku tidak mau kau selingkuh lagi dariku seperti waktu itu,” jawabnya sambil mendekatkan wajahnnya ke wajahmu.
“Jadi hanya itu alasanmu?” tanyamu sambil menyeringai. Ia mendengus dan menggeleng.
“Tentu saja tidak, alasan yang lainnya karena aku hanya milikmu, dan kau hanya milikku,”
“Hahaha… Kau tidak suka kalau aku bermain dibelakangmu?” pancingmu jahil.
“Tentu saja!” gertaknya keras. Tiba-tiba ia menatapmu dalam. “Kau tahu, aku paling menginginkan saat-saat ini,” katanya sambil membopongmu dan membawamu masuk ke dalam kamar.
“Hyaa KIM KIBUM!! APA YANG AKAN KAU LAKUKAN?!?!”
END
Hancur? Banget! Sumpah ini songfic abal-abal berantakan gaje yang sama sekali ga nyambung. Bener kan? T.T
Seperti biasa, aku emang doyan bikin ficlet beginian buahahah XD dan next aku bakal come back dengan nae yeobo, CHOI MINHO!!! *nari gaje*
Mian yak kalo ga nyambung, jelek, plot pasaran, typo, buahhh miianhae!! T.T tapi gomawo yang udah baca, komen, kritik, saran dan sugesti#plakk akan ku teima dengan senang hati!! XDD

Tidak ada komentar:
Posting Komentar