Kamis, 10 Januari 2013

Adeline's Gift (Kyuhyun's Fiction)

Title : Can't Hide From you
Author : AutumnForest
Maincast : Cho Kyuhyun, Han Soo Ra (OC)
Genre : Romance, Yadong
Rating : NC-21
Length : Longshoot
Disclaimer : The casts belongs to God except the OC characters. The plot in the story is mine, don't even try to copy it!
A/N : Just want to say it's a very longshoot, and had some impolite words. I've got the inspirations from a perfume advertisement in the television. Hope u like it. Happy reading and don't forget for response :)


***
"Silahkan masuk, Tuan Muda,"
Tap...
Tap...
Bugh!
Aku mendengar dengan seksama suara samar di luar sampai terdengar suara pintu mobil di tutup. Langsung kuinjak kopling dan memasukkan gigi, setelah itu menginjak gas. Mulai menggerakkan mobil yang sedang kukendarai menembus keheningan malam dimulai dari pekarangan rumah keluarga Cho yang amat sangat luas ini, mengantar si Tuan Muda yang selalu melakukan rutinitasnya.
Loh, jadi aku ini apa?
Oh, aku ini supir khusus limousine keluarga Cho.
Kalian mau tertawa? Silahkan saja. Atau melongo tak percaya? Terserah. Atau, kalian bingung kenapa aku bisa jadi supir, padahal pekerjaan yang pantas untuk cewek sepertiku itu pelayan rumah?
Baiklah, aku juga tidak tahu sebenarnya. Ayahku orang Prancis dan ibuku Korea. Keduanya sudah tiada dan harta warisan dibawa kabur oleh kakak perempuanku satu-satunya, yang ternyata seorang pengedar narkoba dan butuh banyak uang untuk hidup berpindah tempat. Ah, entahlah. Aku juga tak peduli dengan kakakku itu. Menjadi supir limousine? Aku sebenarnya juga tidak tahu bisa memainkan profesi ini.
Aneh? Ya, sangat aneh. Apalagi, kata kabar angin, si Tuan Muda Cho itu juga satu kampus denganku. Kaget? Ya jelas, aku tak pernah melihat wajahnya, dan harusnya Tuan Muda Cho itu belajar di luar negeri. Yah, suka-suka pria itu sih. Toh aku juga bukan babysitter-nya.
Aku mulai menginjak kopling dan rem ketika pintu hotel bintang lima sudah di depan mata. Tuan Muda Cho dapat undangan pesta lagi, dan sekarang tugasku untuk menungguinya sampai pulang. Kepala pelayan Kim selalu mengikuti Tuan Muda, jadi Pak Kim itu yang akan mengabariku kalau Tuan Muda sudah ingin pulang. Biasanya sih, Tuan Muda itu pulang tak lebih dari jam 9. Entah sekarang, apalagi nampaknya di dalam banyak gadis cantik.
Bugh!
Aku kembali mendengar suara pintu di tutup dan langsung mengendarai mobil menuju parkiran.
__
"Soo~"
"Soo~"
"HEI! HAN SOO RAA!!"
"Neeeh?!?" Aku mengangkat wajahku dan memasang tatapan tajamku. Ck, sudah lihat aku sedang menulis catatan yang tadi sempat tertinggal, masih saja mengganggu.
"Temani aku ke kantin... Hey! Kenapa kau belajar terus, sih? Soo~ temani aku!" Aku melengos lalu meletakkan penaku.
"Kenapa, Soo Jung-a? Bukankah biasanya kau pergi dengan pacarmu? Siapa itu? Kim... Kim Myungsoo?" Aku membenarkan letak kacamata berbingkai tebalku dan kembali lanjut menulis.
"Aku sudah putus dengan cowok brengsek itu. Huwaaah... Soo-ya, temani aku~ hitung-hitung kau membantuku cari incaran baru. Ya? Ya?" Soo Jung meminta dengan tatapan memelas padaku. Ugh, aku tidak tahan dengan tatapan imut cewek satu ini.
"Baiklah, karena kita Soo-kuadrat, aku akan menemanimu. Kkaja," ujarku mengalah dan memasukkan semua bukuku.
Soo Jung tersenyum senang dan langsung mengamit tanganku. Aku tersenyum tipis mengikuti langkah riangnya menuju kantin. Setelah kami memesan makanan dan duduk di salah satu bangku kantin, aku mulai menopang daguku dan menatap Soo jung.
"Jadi, ceritakan padaku bagaimana kau bisa putus dengan Myungsoo," Soo Jung langsung mendongak menatapku lalu meletakkan sendoknya penuh nafsu.
"Tak usah menyebutnya Myungsoo. Sebut saja bajingan," ujar Soo Jung pelan dan penuh dengki. Aku mengangkat kedua alisku.
"Memangnya si bajingan itu kenapa?"
"Well, Soo-ya," Soo Jung mengaduk-aduk bibimbap-nya dan menambahkan satu sendok bubuk cabe. "Dia itu bajingan keparat. Untung saja aku belum benar-benar jatuh dalam pesonanya, kalau iya aku bukan marah, tapi mellow sampai galauw,"
"Iya, memangnya kenapa sih dengan cowok itu? Dia gay? Atau taruhan untuk memacarimu? Atau selingkuh?"
"Yang benar yang kau sebut terakhir," ujar Soo Jung singkat dan mulai melahap bibimbapnya. "Dia jalan dengan Naeun, aku biarkan. Tapi dasar memang perempuan jalang, kau tahu apa yang kutemukan ketika aku masuk sebuah diskotek?!?" Nada dalam suara cewek di depanku ini mulai meninggi.
"Kau masuk diskotek?!?! Untuk apa?" Aku melotot. Soo Jung nyengir.
"Sepupuku, Jung Yunho ulang tahun," tapi ekspresinya langsung berubah kesal. "Kau tahu apa yang kutemukan? Si bajingan dan si jalang itu berciuman mesra, dan tidak hanya berciuman, pegang-pegang sampai bajunya si jalang berantakan! Hah, mana bisa aku mempertahankan hubunganku dengan pria seperti itu?!?!"
"Aaaa~ baiklah, baiklah. Ya! Kau jangan berteriak seperti itu! Telingaku bisa rusak!" Sungutku pada Soo Jung. "Eh, itu Myungsoo. Loh, kenapa dia malah sama Hyuna? Wah, itu cowok gawat!"
"Ah, sudahlah, jangan bahas cowok bajingan itu lagi. Aku pusing!"
"KYAAAAA KYUHYUN OPPAAA!!!"
"OPPAAAA!!!!"
"OPPAAAAAAA!!!"
"Yaiks, suara apa itu?!?!" Aku ikutan berteriak mendengar jeritan-jeritan tak jelas dan mematikan itu.
"Oh, fansclub-nya Kyuhyun sunbaenim," jawab Soo Jung santai dan tetap memakan bibimbapnya. Aku baru tersadar dengan mi hitamku dan ikut makan.
"Kyuhyun?" Tanyaku. Soo Jung menelan makanannya dan mengangguk.
"Ne, Cho Kyuhyun. Dia sudah terkenal seantreo kampus. Cowok pintar, tampan, kaya, perfect katanya," jelas Soo Jung lagi. Kedua alisku terangkat. Cho Kyuhyun? Cho? Tuan Muda Cho? Katanya dia juga sekampus denganku. Tapi marga Cho banyak, kan?
"Oh, begitu," aku menoleh dengan sengaja, untuk menatap cowok itu.
Dan, bloody hell. Dia memang tampan. Ah, aku akui, amat sangat tampan. Jadi Cho Kyuhyun itu seperti ini orangnya?
"Tampan, kan? Aku saja masih suka meliriknya. Dia memang sayang untuk dilewatkan," Soo Jung terkekeh sendiri sebelum tersedak."Uhuk... Uhuk..."
Gezz... Dia memang cewek dodol. "Ya, dia tampan sih. Tapi... Sombong,"
Tek!
Aku baru tersadar kalau cowok bernama Kyuhyun itu menatapku. Pas, tepat di mata. Gezzz... Dasar tolol. Memangnya dia mau lihat bagian mana? Jerawatku? (?) Hish, daripada dikira kegeeran, pelan-pelan aku menatap ke arah lain.
"Sombong? Eh? Aku baru sadar. Iya juga yah," Soo Jung ikut-ikutan menyetujui argumenku.
"Jadi, siapa targetmu selanjutnya?" Tanyaku padanya. Soo Jung menyeruput jus jeruknya sebentar sambil melihat ke atas--dia sedang berpikir super serius kalau memasang ekspresi itu.
"Ah, aku rasa Choi Minho sunbaenim cocok. Bagaimana pendapatmu?"
"Choi Minho? Yang mana lagi itu?" Tanyaku terperangah. Soo Jung hanya memutar matanya sebal.
"Makanya kau jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang kuliah pulang. Jelas kau ketinggalan informasi yang paling umum di kampus tercinta ini,"
Aku langsung membungkam mulutku, tahu kalau berdebat dengan Jung Soo Jung itu melelahkan dan akan kena skak mat cepat atau lambat. Dengan ujung mataku aku melirik si Kyuhyun yang ternyata memesan kopi di kantin, dan duduk agak jauh dari mejaku namun masih terjangkau mata.
Tek!
Dia masih melirikku. Ah, baru tahu ada murid sepertiku, Tuan Cho? Yang memakai kemeja longgar dan rambut diikat asal?
__
Aku buru-buru mencari topi tugasku yang nampak seperti topi satpam setelah selesai memakai setelan jas. Sial! Kenapa aku bisa ketiduran? Jarang sekali aku tertidur saat bertugas. Sial sial. Aku bisa kena damprat untuk pertama kalinya oleh Pak Kim.
"Nona Han!! NONA HAN! Kau dimana?!?!" Tuhkan, suaranya yang bass langsung melengking seperti itu.
"NEEEH!!!" Aku langsung memakai topiku sambil berlari keluar. Bisa kulihat malam ini Pak Kim dan beberapa pelayan tengah menatapku jengah.
"Kau lama sekali? Kenapa? Tugas kuliah menumpuk?" Tanya Pak Kim dengan suaranya yang keras. Aku buru-buru membungkuk minta maaf.
"Maaf, Pak. Tadi aku ketiduran," ungkapku cepat dan buru-buru membuka pintu kemudi.
"Hari ini saya tidak ikut, jadi kau harus berinteraksi sendiri dengan Tuan Muda,"
Eh?
"Baiklah, saya mengerti," aku segera membuka pintu dan menghempaskan tubuhku di belakang kemudi. Sedikit bingung, dan ash, aku tidak tahu bagaimana sifat si Tuan Muda itu. Bagaimana kalau dia tukang bentak? Hash, hancur sudah gendang telingaku.
"Kau lama sekali, Nona Han," aku terkejut ketika suara bass bervolume rendah itu sudah menyerangku sesaat setelah aku menutup pintu mobil. Oh, jadi dia yang bisa membuka pemisah antara penumpang dan pengendara di mobil ini. Buktinya, jendela kecil yang biasanya tertutup sesuatu yang hitam itu terbuka.
"Maaf, Tuan Muda," gumamku sambil menundukkan kepala.
Astaga, tampar aku, tolong.
Cho Kyuhyun?
Author POV
Kyuhyun menyeringai ketika supirnya membulatkan kedua matanya. Sebenarnya cowok itu sendiri juga kaget, menatap penampilan baru dari Han Soo Ra. Siapa bilang dia tidak tahu Han Soo Ra? Setiap hari ia memerhatikan wanita itu. Dimana? Di kampusnya. Di perpustakaan atau kelasnya. Hanya saja gadis itu tidak menyadarinya, malah ia pikir tidak mengenalnya. Dan Kyuhyun kaget juga, karena ternyata cewek itu supir limousine keluarganya.
"Mau kemana, Tuan Muda?" Tanya Soo Ra. Alisnya terangkat sebelah, matanya melirik spion mobil agar ia sendiri bisa menatap lawan bicaranya.
"Kyuhyun saja,"
"Ah, maaf aku tidak bisa, Tuan Muda. Jadi tujuan anda kemana?"
Kyuhyun menghela napas lalu memandang keluar jendela. "Ke Ballroom Hotel Evernight," Soo Ra mengangguk.
"Baiklah,"
Soo Ra menambah kecepatannya selama beberapa menit, tapi kemudian laju mobil semakin melambat. Soo Ra memukul setir dengan tinjunya. "Aish," gadis itu bahkan tidak menyadari jendela pembatas belum ditutup. Ia terlalu kesal karena macet, bahkan pengawal di depan juga terkena macet.
Kyuhyun menatap gadis itu tajam, tapi yang ditatap sama sekali tidak menyadarinya. Karena kesal, Soo Ra melepas topinya, membiarkan rambutnya yang hitam bergelombang terurai terlepas dari topi, dan melempar topinya ke jok mobil di sampingnya. Soo Ra kembali menginjak gas, tapi tetap saja tidak bisa secepat yang ia harapkan. Dengan kesal ia mengonde rambutnya pas ditengkuk, lalu menyampirkan poninya yang panjang ke belakang telinga.
"Acaraku jam 8, Nona," ujar Kyuhyun tanpa melepas pandangannya dari Soo Ra. Cewek itu menelan liur lalu melirik jam. Pukul 7.45 p.m.
"Akan saya usahakan secepat mungkin, Tuan Muda," Soo Ra menghembuskan napas lega ketika jalan raya mulai lenggang. Dia menginjak gas hingga mencapai kecepatan yang ia inginkan, tanpa menyadari tatapan Tuan Muda Cho yang selalu tertuju padanya.
__
Soo Ra sekali lagi memeriksa maskaranya, memastikan dirinya tak nampak pucat malam ini. Ya, ia sudah mendiskusikannya dengan Soo Jung selama berulang kali, dan telah menemui kata sepakat. Soo Jung akan melancarkan serangannya pada kakak kelas bernama Choi Minho itu malam ini, saat acara ball party night tahunan kampus. Syukurnya tahun ini mereka memakai topeng, jadi ia tidak begitu bisa dikenali, sehingga mahasiswa yang lain tidak akan sadar kalau Soo Ra adalah seorang kutu buku di sekolah.
Dan, sulitnya malam ini ia harus menyamar dulu jadi supir. Cho Kyuhyun tidak akan naik mobil apapun selain limousine ke pesta seperti itu. Jadi, cewek itu memutuskan untuk membawa gaunnya, ganti di toilet belakang, baru mengikuti pesta itu. Ia akan memakai gaunnya dari awal kalau saja Pak Kim ikut, tapi Pak Kim lagi-lagi tidak ikut, karena Tuan Muda Cho yang memintanya. Dengan dengusan lelah, Soo Ra memasang topinya dan menenteng sebuah paper bag keluar kamarnya.
__
Pria muda tegap bertuxedo elegan itu bernama Cho Kyuhyun, pandangan pria itu mengedar ke seluruh bagian ruangan aula ballroom hotel, menyeruput limunnya sedikit.
"Lihat, Cho Kyuhyun, ah... Walaupun memakai topeng tetap saja pesonanya tidak hilang. Huahh..."
"Aku ingin diajak berdansa olehnya, uh! Apaan sih?"
"Jangan mimpi deh, mana mau ia mengajak seorang gadis jelek sepertimu? Hahaha..."
"Hih, awas kau ya?!? Dasar gadis gendut!"
"Hei, kau diam! Tidak lihat kita dipelototi sama cewek itu?!?!"
"Uh, aku tidak tahu. Oh ya, dia itu fans fanatiknya Kyuhyun oppa, ya?"
"Bukan fans fanatik lagi, tapi sudah memonopoli Kyuhyun! Ia merasa hanya ia yang berhak memiliki Kyuhyun,"
"Kalian diamlah! Nikmati saja musiknya!!"
Sebenarnya jarak Kyuhyun dengan gerombolan gadis itu cukup jauh, tapi entah kenapa telinga Kyuhyun sangat tajam. Apa karena dia bosan?
"Hey, bro. Pesta yang hebat! Aku sampai berkeliling mencarimu," Dongwoon, teman Kyuhyun menepuk bahu cowok itu. Kyuhyun sedikit mengerutkan keningnya menatap cowok yang memakai topeng merah gelap itu sebelum benar-benar yakin kalau itu benar-benar temannya.
"Ah, iyakah?"
"Banyak gadis cantik malam ini. Hei, sedari tadi banyak yang melirikmu, Kyuhyun-ah. Kenapa tidak kau ajak salah satu? Dansa akan dimulai,"
"Hm? Kenapa aku harus?" Kyuhyun mengedarkan pandangannya lagi, tapi seketika itu matanya terkunci ketika melihat seorang gadis dengan dress hitam selutut masuk ke ruangan dengan topeng hitam. Rambut gadis itu bergelombang dan terurai, bibirnya tanpa senyum dan hanya melangkah berkeliling ruangan. "Han Soo Ra..."
"Apa? Han Soo Ra? Si kutu buku itu?" Dongwoon ikut memandang arah pandang Kyuhyun. "Tapi yang kau tatap cewek seksi dengan gaun hitam. Hei, fantasimu tentang Han Soo Ra sangat liar, kawan. Kau benar-benar tertarik padanya, ya?"
"Diam kau,"
"Ajak saja cewek itu dansa. Pasti ia tak menolak. Percaya deh," Dongwoon menyeringai jahil lalu meninggalkan Kyuhyun. "Aku cari cewek dulu. Malu dong kece-kece gak punya teman dansa,"
Kyuhyun meletakkan gelas limunnya di meja terdekat, membenarkan dasinya dan menatap lurus ke arah cewek bergaun hitam itu.
__
"Mana sih Soo Jung. Jangan-jangan dia sudah menggaet si Choi Minho lagi," Soo Ra mengerucutkan bibirnya lalu meneguk es sirup berwarna merah dan melipat tangannya. "Untung saja aku bisa pakai heels, jadi tidak malu-maluin," gumamnya lagi.
"Ehem,"
Soo Ra menoleh dan agak terkejut ketika seorang bertuksedo mendekatinya. Mengulurkan tangannya pula. "Dansa denganku?"
Mati aku.
Soo Ra menatap cowok itu bingung, karena dia sama sekali buta soal dansa. "Aku tidak bisa,"
"Kau sudah punya pasangan?" Soo Ra mencelos ketika menyadari tatapan kecewa dari balik topeng silver itu.
"Maksudnya aku tidak bisa dansa," bahu Soo Ra turun, sementara cowok di depannya tertawa terbahak.
"Haha. Kukira apa," ia menatap Soo Ra lagi tajam, dan mengulurkan tangannya lagi. "Akan kuajari,"
Soo Ra juga tidak tahu bagaimana dan mengapa, tapi dia menurut saja dan tanpa sadar dia--dan cowok tampan memesona itu--sudah meluncur (?) di lantai dansa. Ia merasa nyaman di pelukan pria itu, ia bahkan membiarkan seorang pria--untuk pertama kalinya--menyentuh pinggangnya, bahkan memeluknya.
Musik waltz mengalun lembut, tubuh mereka saling menempel, dan wajah mereka bersisian. Soo Ra masih harus mencerna apa yang ia lakukan. Ia tidak mau--tepatnya belum berani menatap mata indah di balik topeng silver itu. Tatapan cowok itu membuatnya merinding.
"Gaunmu bagus," bisik cowok itu tepat di telinganya.
"Terimakasih,"
"Ini milikmu?"
"Tentu saja. Aku suka berpesta saat SMA,"
"Jadi ini gaunmu waktu SMA?"
"Uhum," Soo Ra mengangguk, tapi tubuhnya kembali menegang saat nafas pria itu mengenai bahunya yang telanjang. Tinggi Soo Ra semata cowok itu karena memakai heels, dan entah mengapa Soo Ra merasa bahwa cowok itu mempunyai napas yang panjang.
"Kau cukup pandai dalam berdansa. Kau bilang tidak bisa?" Tanya cowok itu, menuntut. Soo Ra hanya nyengir.
"Aku memang pernah belajar. Tapi siapa tahu lupa,"
Mereka berdua terdiam sejenak, namun musik masih terus berjalan.
"Kau mengingatkanku akan gadis yang kusuka," cowok itu mengangkat tangan yang menggenggam tangan Soo Ra dan melepas lengan yang merangkul pinggang Soo Ra. Membiarkan Soo Ra berputar satu putaran sebelum mereka berdansa lagi.
"Benarkah?" Cowok yang ternyata bernama Kyuhyun itu mengangguk.
"Suaranya selembut suaramu. Rambutnya bergelombang seperti milikmu," Soo Ra mengangkat ujung sebelah bibirnya.
"Karena itu? Beruntung sekali aku," kini wajah mereka sudah saling tatap, membuat keduanya mengagumi satu sama lain dalam hati.
"Ya, kau sangat beruntung,"
"Mana gadis itu? Kau tidak dansa dengannya?" Tanya Soo Ra heran. Kyuhyun berpikir sejenak lalu menggeleng.
"Kupikir ia tak ada di sini. Tapi entah juga,"
"Kalau begitu, kau tidak terlalu menyukainya," jawab Soo Ra enteng. Kyuhyun menatap tajam gadis itu.
"Oh, supaya kau bisa mendapatkanku, begitu?" Kyuhyun menjawab dengan smirknya, sementara Soo Ra mendengus meremehkan.
"Aduh, aku saja tidak mengenalmu. Bagaimana bisa aku ingin 'mendapatkan'mu?" Cibirnya.
"Kau tidak tahu aku terobsesi pada gadis itu? Setiap hari aku memerhatikannya, tapi ia tidak pernah sekalipun melihatku. Aku ingin sekali memeluknya setiap saat, tapi ia sama sekali tak tahu aku ada. Kedengarannya bagaimana?"
"Kedengarannya kau malang sekali,"
Kyuhyun mengeluarkan smirknya lagi. "Benarkah?" Lagi-lagi tatapannya menghujam mata Soo Ra. Gadis itu hanya terpaku, karena mereka sudah berdansa lambat, kedua tangan Soo Ra melingkar di leher cowok itu, sementara kedua lengan Kyuhyun melingkari pinggang Soo Ra.
Glek.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Soo Ra. "Aku bukan gadis yang kau sukai, kan, tak usah--" Soo Ra terhenti ketika tatapan tajam Kyuhyun menyerangnya, seperti hendak menembus jantung gadis itu. Kyuhyun menunduk, namun Soo Ra tetap membeku dengan posisi mendongak, menatap wajah pria yang memakai topeng itu sebelum kedua matanya terbelalak ketika bibir keduanya menyatu.
Soo Ra merasa aliran listrik mengalir di sekujur tubuhnya dengan sentuhan itu, apalagi ketika didapatinya cowok itu tengah menggerakkan bibirnya, menggoda bibir Soo Ra bermain dengannya. Dan karena mulut Soo Ra terbuka, lidah Kyuhyun berhasil menyusup ke dalam, ikut menggoda lidah Soo Ra. Gadis itu mematung awalnya, tapi atas perintah otaknya bukan kesadaran dirinya, ia mulai terhanyut dan memejamkan matanya. Bibirnya bergerak seirama dengan bibir cowok itu, kepalanya sedikit miring agar cowok itu bisa mengeksplor bibirnya lebih jauh.
"Ngghh..." Soo Ra mendesah ketika tangan cowok itu membelai pinggangnya.
"Aku suka ini," gumam Kyuhyun pelan, sebelum menaut dan melumat lagi bibir Soo Ra.
Seakan tersambar petir, gadis itu tiba-tiba sadar seratus persen dan langsung mendorong dada pria itu. Tapi tidak dengan tautan bibir mereka. Tautan itu terlepas setengah menit kemudian. "Kau tidak sadar dimana ini,"
"Aku sadar,"
"Ya, tapi maaf, aku harus segera pergi. Ada yang harus kukerjakan," Soo Ra mengingat lagi Tuan Muda Cho yang sedang berpesta entah dimana dan limousine yang menjadi tanggung jawabnya malam itu. Ia buru buru pergi dari hadapan Kyuhyun, tapi pria itu mencegah dan menarik bahunya.
"Kau kenapa?"
"Aku harus segera pulang," Soo Ra tetap melangkah menjauh.
"Kenapa?"
"Ibuku sakit!" Bentak Soo Ra kesal. Ia melepas tangan cowok itu dan berbalik melangkah.
Grep
Lagi-lagi cowok itu menariknya. Soo Ra hampir meringis, karena kali ini ia melakukannya dengan kasar.
Srakk
Soo Ra yang tadinya ingin melontarkan makian kini terdiam ketika Kyuhyun melepas topengnya. "Kita akan bertemu lagi," kali ini cowok itu yang melangkah menjauh.
__
Kyuhyun melepas jasnya dan melemparnya asal ke lantai kamarnya, melonggarkan dasinya tanpa melepas topeng yang masih ia pakai.
Cklek..
"Bagaimana pestanya, Tuan Muda?" Kyuhyun melirik sebentar, lalu melepas kancing di pergelangan tangannya saat akan menjawab. Pak Kim mengambil jas dan sepatu yang tergeletak sembarangan, dan kembali menghadap Kyuhyun, bersiap meninggalkan ruangan.
"Lumayan,"
"Baiklah. Selamat istirahat," Pak Kim hendak menutup pintu kamarnya, tapi suara Kyuhyun menghentikannya.
"Bisa tolong panggilkan Nona Han? Si supir itu?"
Soo Ra sedang memikirkan si pria bertopeng yang tadi berdansa dengannya sekaligus mencuri ciuman pertamanya. Ditambah lagi, mengambil topengnya. Mau tidak mau, Soo Ra mempunyai pikiran kalau suatu saat nanti mereka akan bertemu. Tapi sialnya, sekarang ia dipanggil Tuan Muda.
Tumben?
Atau aneh?
Atau Tuan Muda tidak tahu kalau dia perempuan?
Atau Tuan Muda mau memecatnya karena tahu dia perempuan?
Soo Ra hanya bisa mendesah pasrah saat ia sudah berada di depan pintu kamar Tuan Muda Cho. Lengkap dengan seragam tugasnya, kecuali topinya.
Tok tok
"Masuk,"
Soo Ra baru berani membuka pintu saat mendengar jawaban dari dalam. Baru saja ia masuk dan mencoba menutup pintu...
Srak
Brak!
Soo Ra menengang ketika lengannya ditarik lalu tubuhnya di dorong ke pintu. Dan ia terlalu kaget untuk melihat siapa yang melakukannya. Si pria bertopeng.
"Hai, gadis manis. Kita bertemu lagi," smirk-nya mengembang, tangan kanannya mengangkat sebuah topeng. "Milikmu, kan?"
Soo Ra hanya diam, tidak mengiyakan atau menyangkal. Ia masih terlalu kaget dan bingung saat ini. "Apa kau selalu diam seperti ini, Han Soo Ra?" Tangan cowok itu--Kyuhyun terangkat untuk mengelus pipi Soo Ra.
"T-Tuan Muda, untuk apa kau memanggilku kemari?" Tanya Soo Ra bloon. Otaknya terlalu nge-blank untuk menanggapi setiap ucapan Kyuhyun.
"Menurutmu?" Tangan Kyuhyun meraba jaket tugas yang dikenakan Soo Ra, membuka kancingnya dan melepasnya hingga gadis itu hanya memakai kemeja lengan panjang putih dan celana panjang. Soo Ra memejamkan matanya ketika bibir Kyuhyun sampai di bibirnya, mulai saling melumat serasa mereka melakukan ini untuk yang keseribu kalinya. Kedua lengan Soo Ra dengan otomatis melingkari leher Kyuhyun, sementara kedua lengan Kyuhyun melingkari pinggang Soo Ra, salah satu tangannya meremas bokong Soo Ra.
"Engghh.." Soo Ra mendesah disela ciuman mereka, ia malah makin menempelkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun, menekan tengkuk pria itu agar bisa menciumnya lebih ganas lagi. Logika gadis itu sudah tidak berjalan, dan ia tidak mempermasalahkannya. Setidaknya untuk sekarang.
Kyuhyun menyeringai dalam ciumannya ketika merasakan respon positif dari Soo Ra. Ia melepas celana panjang yang dikenakan Soo Ra, lalu membawa gadis itu ke tempat tidurnya. Reflek Soo Ra melingkarkan kedua kakinya di pinggang Kyuhyun, bahkan setelah laki-laki itu menyandarkannya di bantal. Bibir Soo Ra terus aktif mencium, melumat, menjelajahi rongga mulut Kyuhyun, membuat cowok itu sedikit terperangah dengan keagresifannya.
"Mm..." Soo Ra mendongak dan memejamkan matanya ketika bibir Kyuhyun turun ke lehernya, memberi Kyuhyun akses lebih banyak untuk mengeksplor leher putih jenjangnya. "Nggghh..."
Soo Ra memasukkan jarinya disela rambut Kyuhyun yang sedang asyik menjamah lehernya. "Argghh..." Soo Ra mengerang ketika hisapan kuat terasa di lehernya. "Ohh..." Tanpa gadis itu sadari, kemeja yang ia kenakan sudah terbuka seluruhnya, menampakkan bra hitam yang membungkus payudara sintalnya. Gadis itu mengangkat kepala Kyuhyun lalu menatapnya, menyadari kalau cowok itu masih menggunakan topeng.
Srakk
"Kau tidak adil, Tuan Muda," gumam Soo Ra menuntut. Kyuhyun terkekeh, ia menyibakkan kemeja Soo Ra hingga terlepas dari tubuh gadis itu, lalu kembali melumat bibirnya.
"Kau diam saja dan biar aku yang memimpin," Soo Ra membelalakkan matanya ketika merasakan bra-nya tidak menyangga miliknya dengan seharusnya. Mulutnya ingin memprotes ketika mengetahui branya sudah tanggal tapi desahan panjang malah lolos dari bibirnya.
"Oohhhh..." Soo Ra mencengkeram kemeja bagian pundak Kyuhyun sementara pria itu mengulum dan menciumi payudara kirinya. Lidah pria itu mengitari putingnya, lalu menyentil-nyentil nakal sementara tangan kirinya meremas payudara kanan Soo Ra. "Aaahh... Mmmhhh..... Mict... Micheon..." Erang Soo Ra kagok.
"You're too hot baby," gumam Kyuhyun melirik Soo Ra yang tersengal. Ia kembali melayani payudara kanan Soo Ra, membuat gadis polos itu melengkungkan tubuhnya ke atas, nafsu mulai membakar dirinya. Tangan Soo Ra tak henti-hentinya mengacak rambut Kyuhyun, sebagian karena ingin mempertahankan posisi Kyuhyun yang masih memuaskan payudaranya.
"Uhhhh... Tuan... Ergghh.... Aahhhk!" Soo Ra terasa seperti tercekik ketika hisapan paling kuat dilakukan Kyuhyun di payudara kirinya. Soo Ra menarik nafas sejenak, batinnya mendumal. Sial! Kenapa di sini panas sekali! Kedua mata Soo Ra terpejam ketika merasakan jari Kyuhyun menyusup masuk ke dalam celana dalamnya. Menggelitik klitorisnya, dan memainkan bulu-bulu halus yang ada di sekitar lubang vaginanya. "Mmm..."
"Lelah, sayang?" Tangan Kyuhyun yang satunya mengelus kening Soo Ra yang berpeluh, sementara Soo Ra kembali memejamkan matanya ketika Kyuhyun dengan sukses menelanjangi Soo Ra seutuhnya. Berbeda dengannya, yang masih berpakaian lengkap. Dengan tergesa Kyuhyun melepas kemejanya lalu ikat pinggang beserta celana panjangnya. Soo Ra terbelalak.
"Tuan...? Ohhh...." Protes Soo Ra terputus dengan desahan lagi, ketika jemari Kyuhyun menari lincah di labia mayor maupun minornya. "Ahhh... AKH!" Soo Ra menjerit ketika dua jari sekaligus membobol liangnya. Kyuhyun menggoyang kedua jarinya, membuat rasa sakit berganti nikmat mengguyur seluruh syaraf Soo Ra.
"Ouuugghh... Ahh... Tuan... Aaahh...." Kepala Soo Ra dibanting ke kanan dan ke kiri, sementara bibir Kyuhyun aktif lagi di puting Soo Ra. Jari-jari Soo Ra mencengkeram leher Kyuhyun, desahan demi desahan lolos dari bibir mungilnya. "Ahhh... Tuan... Oohh... Tolong ahhh..."
Kyuhyun tersenyum ketika kedua jarinya mulai merasakan kedutan dari vagina Soo Ra, dan menambah satu jari lagi. "Aaaaah...." Kyuhyun masih asik memainkan dua benda sintal dan menggiurkan milik Soo Ra, membuat gadis itu terus meracau dan mendesah. Kakinya menendang-nendang, dan tanpa sengaja mengenai kemaluan Kyuhyun.
"Kau menggodaku, ya?" Bisik Kyuhyun di telinga Soo Ra dengan suara berat. Tapi sang gadis tidak merespon, karena jari Kyuhyun yang mengocok vaginanya sama sekali tidak berhenti.
"Uughh... Tolong Aaaahh....." Soo Ra menjerit ketika sesuatu lolos dari tubuhnya. Kyuhyun kembali menyeringai, ia mengeluarkan ketiga jarinya yang berlumuran cairan orgasme Soo Ra lalu mengoleskannya di kedua payudara Soo Ra dan mengemutnya bagai permen. "Ohhh... Uhhmmm..." Soo Ra menempelkan tubuhnya semakin ketat dengan wajah Kyuhyun, tidak ingin Kyuhyun lepas dari payudaranya.
"Kau polos sekali, hm? Kau tidak tahu apa yang tengah kita lakukan?" Bisik Kyuhyun di telinga Soo Ra. Tapi gadis itu hanya bisa mendesah untuk menenangkan napasnya yang sudar diambang batas itu. Kedua lengannya lemas, begitu pula dengan lehernya. Ia hanya bisa mengatur napasnya yang Senin-Kamis ketika merasakan jemari Kyuhyun meraba pahanya.
"Ouughhh...." Soo Ra melengkungkan tubuhnya ke atas dan mendesah hebat ketika Kyuhyun hanya menjilat pelan vaginanya. Kedua tangan Kyuhyun menahan kedua paha Soo Ra agar gadis itu tidak bergerak, membuat dirinya dapat membabat habis vagina imut nan basah di hadapannya ini. Ia menjilat, menghembuskan napasnya pelan, dan mengulum klitoris Soo Ra yang membuat gadis itu semakin menggila. "Aaaaah... To-tolong Tua-aaahhhh...."
Tangannya mencengkeram seprei dengan erat, kepalanya dibanting kekiri dan ke kanan. Demi Tuhan, ini membuatnya semakin gila. Gila akan sentuhan Kyuhyun di tubuhnya. "Aaaaahh... Uuuuhhh..." Soo Ra memekik pelan ketika lidah Kyuhyun menyelip di antara lipatannya, membelai lubang itu dari dalam. Kaki Soo Ra gemetar, ia menjambak rambut Kyuhyun dan melengkungkan tubuhnya, ini sungguh membuatnya gila akan kenikmatan. "Tolong, uuhhhh... OOOHHHH!!" Soo Ra menjerit ketika Kyuhyun mengganti jilatan-jilatan lembutnya menjadi lumatan kasar dan brutal. Seakan ingin menelan habis vagina itu di mulutnya, menggeledah lubang surga itu hanya untuk dirinya.
"Tolong apa, sayang?" Kyuhyun menyeringai sebentar,dan kembali melumat vagina Soo Ra.
"AARGGHH!!! Ooohhh..." Desahan Soo Ra melengking lagi, kini tubuhnya ia banting berkali-kali di ranjang, tangan kanannya meremas payudaranya sendiri. Tangan kirinya masih mencengkeram rambut Kyuhyun, menahan kepala pria itu agar tak lepas dari kemaluannya.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku, sayang," gumam Kyuhyun lagi dan kembali menciumi vagina Soo Ra. Sumpah demi Tuhan, inilah vagina terimut dan termenggoda sepanjang eksitensi Kyuhyun di dunia. Ia menyodokkan lidahnya kedalam, lalu menjilatnya. Ia semakin menyodokkan lidahnya ketika kedutan kembali terasa di liang vagina itu.
"Aaaahh... Aaaaahh... Ooooohhh.... Tolong.... Uhhhmmm... AAAAAhhhh..." Soo Ra mengggerakkan kepalanya gelisah, kakinya sudah tak tahan ingin menendang. Sayangnya Kyuhyun menahan kedua kakinya, membuat gadis itu amat tersiksa dengan kenikmatan yang menyerang seluruh syaraf tubuhnya. "Uuuhhh... Aaahhhhgg..." Soo Ra tercekat ketika Kyuhyun semakin brutal.
"Tuan tolong--AAAAAHHHHH...." Soo Ra mengerang hebat ketika sesuatu lolos dari tubuhnya lagi. Sesuatu yang hangat mengalir keluar dari bagian tubuh bawahnya itu, dan Kyuhyun meneguknya seperti orang kehausan. Soo Ra masih bertanya-tanya apa hal itu barusan, pandangannya memburam saat Kyuhyun kembali merangkak ke atas tubuhnya. Membungkam bibirnya dengan bibir pria itu, yang agak terasa asin karena cairan orgasmenya.
Soo Ra mencium Kyuhyun ganas, seolah ingin melampiaskan apa yang tadi ia rasakan. "AAAKH!" Tapi sesaat kemudian Soo Ra menjerit tertahan ketika sesuatu yang besar dan keras berusaha memasuki lubangnya.
"Tahan sebentar, sayang," bisik Kyuhyun dengan suara menggodanya, sedikit mengangkat tubuh gadis itu ke dalam pelukannya sementara ia sedang berusaha memasukkan tubuhnya yang sudah menegang sedari tadi ke lubang Soo Ra. Soo Ra memejamkan matanya dan hanya mampu melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun sambil menitikkan air mata. Sakit.
Dengan sekali hentakan, tubuh Kyuhyun masuk sempurna kedalamnya. "AARGH!" Pekik Soo Ra. Air mata mengalir di kedua pipinya, suaranya tertahan karena rasanya terlalu sakit.
"Tahan, sayang," bisik Kyuhyun lalu mengulum putingnya. Mencoba mengalihkan rasa sakit Soo Ra, dan membuat Soo Ra terbiasa dengan kehadiran tubuh asing di dalamnya. Soo Ra merilekskan raut wajahnya, desahan hampir saja lolos dari bibirnya akibat servis Kyuhyun di payudaranya. Melihat Soo Ra yang mulai nyaman, Kyuhyun mulai menggerakkan tubuhnya keluar-masuk ke dalam tubuh Soo Ra.
"Ngghh..." Soo Ra merenyit ketika merasakan sakit itu, tapi ekspresinya segera berubah ketika gerakan tarik-ulur tubuh Kyuhyun semakin lancar di tubuhnya. Bagai disulap, rasa sakit itu berubah menjadi nikmat. Amat sangat nikmat. Ini berbeda dari jari Kyuhyun ataupun lidahnya. Soo Ra benar-benar kehilangan akalnya ketika gerakan Kyuhyun semakin cepat. "AAAAAhhhh... Uuuhh... Tuan.... Ooohhh..."
Tanpa sadar gadis itu ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan Kyuhyun, ingin tubuh Kyuhyun merasukinya semakin dalam. "Hmmmm... Soo Ra-ya..." Desah Kyuhyun pelan. Soo Ra mengangkat sebelah bibirnya mendengar desahan Kyuhyun itu. Terdengar sangat merdu ditelinga gadis itu. "Ooohh.... Soo Ra..." Ia terus menatap Soo Ra, terkagum-kagum dengan semburat merah yang merona di wajah gadis itu.
"Hmmmmhhh.... Ooohh... Aaahhh..." Soo Ra memainkan rambut Kyuhyun, seiring dengan gesekan kedua tubuh mereka yang mengganas.
"Soo Ra-ya... Ooohhh..."
"Aahh... Tuan oooooohhh...." Soo Ra makin menempelkan tubuhnya, ingin Kyuhyun mengoyak dirinya lebih lagi. Tubuhnya menggeliat di pelukan Kyuhyun, menciptakan gesekan puting di dada mereka masing-masing yang membuat mereka semakin menggila. "Aaaahh.."
"Desahanmu seksi sayang, ooooohhh....."
"UUuuuhh... Aaaarrrgghhhhh oohhh..." Tanpa sadar Soo Ra melingkarkan kakinya di pinggangg Kyuhyun, bibirnya sudah menyumpal mulut Kyuhyun dan menciuminya ganas. Sementara gesekan kelamin mereka tak pernah mereda, malah semakin menggila.
Kyuhyun memilih melepaskan bibirnya, dan mendesah. "Soo Ra.... Ooohhh...."
"Mmmhhh... Tuann OOOhhhh..... Aku tidak kuat lagiiiiiihhh..." Racau Soo Ra. Sambil terus menggesekkan putingnya sendiri ke dada Kyuhyun, tanpa mengurangi tempo pinggangnya. "Lebih cepaatt... Oooohhh..."
"Kau sangat liar, sayang," Kyuhyun terkekeh mendengar ucapan Soo Ra, "Aku juga sebentar lagi sampai... Ooooohhh...."
"Tuaaannn... OUUUGHHHH..... Aaaaaaahhh..." Soo Ra terus menggoyangkan pinggul maupun dadanya, membuat Kyuhyun semakin menggila. Desahan wanita di pelukannya membuat birahinya naik beribu kali lipat.
"Aaaahhh.. Soo Ra-yaa.... Ooohh.."
"Aku tidak kuat lagi, AAAAAKKHHH!!!"
"Bersama, oke?" Soo Ra mendongak ketika sesuatu menyembur keluar dari dalamnya, dan sesuatu yang hangat juga menyembur dari tubuh Kyuhyun. Soo Ra terjatuh ke ranjang, tubuhnya lemas dan diikuti Kyuhyun, karena tubuh mereka belum terlepas.
"Gomawo, Soo Ra-ya," gumam Kyuhyun sayang sambil membelai puncak kepala gadis di pelukannya. Dengkuran halus membuat Kyuhyun menyeringai, ia mengecup puncak kepala Soo Ra lalu merengkuhnya dan menarik selimut untuk mereka berdua.
"Kau yang tercantik, Han Soo Ra..." Kyuhyun mengucapkan kata itu begitu tulus, sebelum melepas tubuhnya dan membenarkan posisi tidur Soo Ra.
__
Soo Ra menyipitkan matanya ketika secercah cahaya menyelip masuk ke matanya. Ia berusaha menggeliat, tapi yang ia rasakan adalah ngilu di area selangkangannya. Ia menoleh, dan kedua matanya membulat sempurna. BAGAIMANA BISA TUAN MUDA CHO TIDUR DENGANNYA?
Dan... Apa ini?
Tanpa sehelai benangpun? Soo Ra merasa pusing sejenak sebelum kepingan demi kepingan ingatan tersusun di memorinya.
Semalam ia bercinta dengan majikannya.
"Astaga, aku sudah gila," Soo Ra memaksakan tubuhnya untuk bergerak walaupun ia hampir tidak bisa menggerakkan kakinya. Ya, ia harus cepat-cepat pergi kalau tidak ingin mendapat masalah. Dia sudah benar-benar gila. Soo Ra menghilangkan semua pikiran untuk menuntut pria yang mengambil mahkotanya semalam dan mulai menyusun rencana di otaknya. Rencana untuk enyah dari pandangan pria di sampingnya. Ia menggeser tubuhnya ke tepian ranjang dan memaksa dirinya untuk duduk sebelum memulai berjalan.
Sreeeet
Grep!
Soo Ra kembali membulatkan matanya ketika sepadang lengan menarik pingganggnya ke sebuah dekapan--dekapan kulit bertemu kulit. Dan karena dekapan itu cukup kuat. Mau tak mau ia kembali berbaring di ranjang.
"Kau mau pergi? Hm?" Bisik Kyuhyun pelan dan serak. Soo Ra hanya terdiam, seluruh tubuhnya kaku ketika mendengar pria yang memeluknya dari belakang ini berbicara. "Kau mau pergi setelah apa yang kita lakukan semalam?"
"Tuan, maaf tapi aku..."
"Kenapa kau masih memanggilku Tuan? Aku tak ingin menjadi tuanmu," bisik Kyuhyun lagi, kini tangannya membelai perut datar Soo Ra, yang mau tak mau membuat gadis itu memejamkan matanya. "Kau tak menolak sentuhanku, kan?"
"Aku bawahanmu, aku harus menuruti maumu," ungkap Soo Ra yang sebenarnya bingung apakah itu sebuah kebenaran atau kebohongan. Tapi Kyuhyun nampak tak mempermasalahkannya. Ia menarik dagu Soo Ra dan menautkan bibirnya dengan bibir gadis itu.
"Aku tak percaya itu. Semalam kau seakan menyerahkan dirimu seutuhnya padaku, tanpa dasar apapun," ujar Kyuhyun bersikeras. Soo Ra hanya bisa diam. "Kau tak tahu, kalau selama ini aku mengawasimu?"
"Apa?"
"Sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kau ospek, Soo Ra-ssi. Kau tak tahu perasaanku ketika tahu kalau kau selama ini selalu didekatku. Kau membuatku gila setiap harinya, kau membuatku terus berfantasi memiliki dirimu,"
"Kata-kata darimana itu Tuan? Aku bukan orang yang bisa diajak bercanda," gumam Soo Ra ragu. Kyuhyun hanya menatap Soo Ra tajam, "AKH!" Kyuhyun mengeluarkan smirknya ketika ia berhasil memasukkan tubuhnya ke dalam tubuh Soo Ra.
"Kau pikir ini bercanda?" Kyuhyun mulai menggerakkan tubuhnya, membuat Soo Ra memejamkan matanya, mulai merasakan kenikmatan semalam lagi. "Aku tak mungkin mengambil hartamu karena maksud tertentu, Han Soo Ra-ssi,"
"Jadi apa maumu? Hh.." Soo Ra berusaha menahan desahannya ketika Kyuhyun terus menggerakkan miliknya dalam tempo lambat.
"Menikahlah denganku,"
Soo Ra tercekat. Ia tak mampu mendesah meski tubuh Kyuhyun menggodanya di bawah sana, apalagi berkata.
"Ah, kau harus menikah denganku. Karena, aku akan selalu ada dimana kau berada," Kyuhyun menyeringai lalu menarik ulur milikny semakin cepat.
"Ooooohh... Akh! Aku belum ahhhh... Menjawab! Kau.... Ooohhh... Tidak tahu ahhh... Apa aku mencintaimu ahhhhhh atau mmhhhh tidak," Soo Ra berkata terbata diselingi dengan desahan yang mengguncang tubuhnya.
"Tidak perlu kau jawab sayang, oohhh... Kau sudah membuktikannya semalam. Kau membiarkanku memilikimu. Bukankah itu pertanda 'iya'?" Pipi Soo Ra bersemu lagi, membuat Kyuhyun tak tahan dan menciumi seluruh wajahnya.
"Eeeennghhh... Cho Kyuhyun!"
"Katakanlah," Kyuhyun melambatkan tempo gerakannya, membuat gadis itu merenyit kecewa.
"Katakan apa?"
"Kalau kau mencintaiku,"
"Apa?? Ooooohhh... Errgghhh..." Soo Ra merasa kesal karena tempo permainan Kyuhyun jauh dari semalam. Memuatnya tersiksa karena urat tubuh Kyuhyun yang kasar itu seolah mencobai dan menggodanya.
"Katakan sayang..." Desah Kyuhyun menggoda di telinga Soo Ra, membuat pipi gadis itu merona lagi.
"Eeenngghh.... Ooohhh..."
"Katakan," Kyuhyun menekan kalimatnya seiring dengan sentakan pinggulnya yang keras dan mengejutkan Soo Ra.
"AAAKH! Yak!" Soo Ra ingin sekali memprotes. Tapi tatapan tajam nan tedus Kyuhyun menguncinya. "Baiklah, baiklah. Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun. Entah sejak kapan dan bagaimana," tutur Soo Ra akhirnya. Ia menatap Kyuhyun sejenak, lalu merasa malu dan bersembunyi di dada pria itu. Kyuhyun terkekeh, lalu memeluk Soo Ra.
"Hmm... Bagaimana kalau kita lanjutkan yang semalam?"
Hening.
"Yak! Aku hampir tidak bisa berjalan. Biarkan aku istirahat!"
END

2 komentar: